Informasi Pengukuran

Alat ukur:
Phonic RTA PAA3 (RTA = real time analyzer)

Resolusi:
1/3 oktaf

Sumber suara:
Pink noise dari PAA3

Amplifier:
SS paket 4, tone control flat dan ampli paket 2 (utk tes sub pasif)

Lokasi:
Workshop SS apa adanya tanpa treatment akustik, saat sepi sekali menjelang lebaran


Catatan

  • Hasil pengukuran ini hanya memperlihatkan kemampuan speaker mereproduksi signal rata (garis lurus flat) dr 30-20.000hz. grafik speaker yang ideal sempurna seharusnya garis rata (yang belum ada didunia ini). grafik speaker dengan toleransi +/- 2 dB sudah sangat bagus.
    sumbu horisontal = frekuensi, dari 20-20.000 hz. 20hz nada sangat rendah, 20.000hz nada sangat tinggi. sumbu vertikal = kuatnya suara dalam satuan desibel.
  • hasil pengukuran samasekali tidak bisa memperlihatkan kemampuan speaker dalam hal kualitas suara dan staging 3 dimensional (ketika stereo menggunakan 2 buah speaker) – itu harus tes dengar memakai alat tercanggih: telinga manusia, dan setiap orang punya selera sendiri yang berbeda satu dengan lainnya.
  • Pengukuran dilakukan diruang biasa bukan ruang khusus (unechoic room). setiap perubahan posisi pengukur akan menghasilkan grafik berbeda. setiap perubahan lokasi speaker juga akan menghasilkan grafik berbeda.
  • Kemampuan telinga manusia membedakan kuat suara :
    beda 1 desibel : suara tidak terdengar berbeda,
    beda 3 desibel : suara terdeteksi hanya sedikit lebih kuat ,
    beda 6 desibel : suara terdeteksi sedikit kuat,
    beda 10 desibel : suara terdeteksi 2x lebih kuat.
  • Kemampuan telinga manusia: bisa mendengar mulai dari 20 sampai 20.000 hertz, tapi itu hanya waktu kecil dibawah usia 7 tahun. semakin bertambah umur semakin menurun terutama pada frekuensi tinggi. sekitar umur 20-35th masih bisa mendengar 20 – 12to16.000hz. diatas umur 50th paling 30 –8to10.000hz.
  • Bila ingin grafik sedatar mungkin, anda bisa menggunakan bantuan EQ (equilizer). jadi sebenarnya fungsi utama EQ bukanlah alat untuk menambah tone musik sehingga enak didengar, tapi alat utk meratakan grafik keluaran dari speaker diruangan tertentu pada titik tertentu, dan disetting hanya 1x saja. begitu ada pergantian alat terutama speaker ataupun ruang ataupun posisi pendengar, maka idealnya EQ harus di setting lagi.
  • Kaitan kekuatan amplifier dengan desibel/kuat suara:
    beda ampli 100watt dengan 200 watt: hanya beda 3 dB, berarti terdengar hanya sedikit lebih kuat,
    beda ampli 100 watt dengan 1000 watt: beda 10 dB, terdengar 2x lebih kuat.
  • Kemampuan telinga manusia : dikutip dari website http://www.lenardaudio.com
    • 80 – 100dB SPL loud to VERY LOUD
    • 60 – 80dB SPL loud sound needing to speak loudly to be heard.
    • 40 – 60dB SPL average noise level of the world we live and work in.
    • 20 – 40dB SPL quiet ambient background, will allow 60dB dynamic range.
    • 0 – 20dB SPL threshold of hearing, dependant on frequency.

 

Unduh Hasil Pengukuran